Kehebatan teknologi pesawat Pakistan yang berasal dari China memang menunjukkan pencapaian penting, terutama dalam konteks kerja sama militer dan pertahanan antara kedua negara. Salah satu contoh paling menonjol adalah JF-17 Thunder, pesawat tempur hasil kolaborasi antara Pakistan dan China.
✈️ JF-17 Thunder – Bukti Keberhasilan Teknologi Pesawat China-Pakistan
✅ Asal-usul dan Kolaborasi
- Dikembangkan bersama oleh Pakistan Aeronautical Complex (PAC) dan Chengdu Aircraft Corporation (CAC) dari China.
- Tujuannya: menciptakan pesawat tempur multirole murah dan efektif untuk menggantikan armada tua Pakistan seperti MiG-21 dan F-7.
✅ Kemampuan Teknis
- Kecepatan: Mach 1.6+
- Jangkauan tempur: ±1.200 km
- Persenjataan: bisa membawa rudal udara-ke-udara, udara-ke-darat, bom pintar, dan rudal anti-kapal.
- Radar AESA (pada varian terbaru JF-17 Block III)
- Cockpit digital glass cockpit dan kemampuan BVR (Beyond Visual Range)
✅ Keunggulan Strategis
- Biaya operasional rendah dibandingkan jet tempur Barat seperti F-16.
- Produksi lokal di Pakistan, memberikan kemandirian teknologi dan penguatan industri pertahanan nasional.
- Sudah dipakai dalam latihan dan pertempuran nyata (misalnya, dalam insiden udara dengan India 2019).
- Mulai menarik minat ekspor ke negara-negara seperti Myanmar dan Nigeria.
✅ Kelemahan dan Tantangan
- Belum setara dengan jet generasi ke-5 seperti F-35 atau J-20 China sendiri.
- Performa mungkin tertinggal dibanding jet Barat kelas atas (Rafale, Eurofighter, F-15) dalam hal avionik dan stealth.
Teknologi pesawat Pakistan dari China, terutama lewat JF-17, memungkinkan Pakistan punya kekuatan udara modern dengan biaya terjangkau. Meskipun belum setara dengan pesawat tempur generasi terbaru dari AS, Rusia, atau Prancis, ini merupakan langkah besar dalam kemandirian pertahanan dan kemampuan teknologi Pakistan.
