Senjata berbasis laser memang ada dan terus dikembangkan oleh beberapa negara, terutama Amerika Serikat, China, dan Rusia. Senjata laser ini umumnya digunakan untuk pertahanan udara, mencegat drone, rudal, dan ancaman udara lainnya. Beberapa contoh sistem senjata laser yang sudah ada atau sedang dalam pengembangan:
- AN/SEQ-3 Laser Weapon System (LaWS) – AS
- Dikembangkan oleh Angkatan Laut AS, LaWS telah diuji coba di kapal perang USS Ponce dan mampu menembak jatuh drone serta merusak kapal kecil.
- HELWS (High Energy Laser Weapon System) – AS
- Sistem senjata laser portabel yang dikembangkan oleh Angkatan Udara AS untuk menghancurkan drone dan ancaman udara ringan.
- Iron Beam – Israel
- Sistem pertahanan berbasis laser yang dikembangkan oleh Israel untuk menembak jatuh roket dan drone sebelum mencapai target.
- Peresvet – Rusia
- Rusia mengklaim memiliki sistem laser yang bisa mengganggu satelit dan drone militer musuh.
- LW-30 – China
- Senjata laser China yang digunakan untuk menembak jatuh drone dan menghancurkan ancaman jarak dekat.
Meskipun saat ini senjata laser belum bisa menggantikan rudal atau peluru konvensional, teknologi ini terus berkembang. Kelebihan utama senjata laser adalah kecepatan cahaya (tidak bisa dihindari) dan biaya operasional yang jauh lebih murah dibandingkan rudal. Namun, kekurangannya adalah daya yang besar dibutuhkan dan efektivitasnya dapat berkurang dalam kondisi cuaca buruk seperti hujan atau kabut.
