Metaverse, dalam konteks teknologi, merujuk pada sebuah dunia virtual yang terdiri dari ruang digital yang interaktif, di mana pengguna dapat berinteraksi dengan objek virtual dan orang lain secara real-time. Metaverse menggabungkan unsur-unsur realitas virtual (VR), dunia maya (cyberspace), dan augmented reality (AR) untuk menciptakan lingkungan digital yang imersif.
Metaverse dianggap sebagai tahap evolusi berikutnya dalam teknologi internet, yang lebih dari sekadar platform online atau game. Dalam metaverse, pemain atau pengguna dapat mengendalikan dan mengubah lingkungan virtual, berinteraksi dengan avatar, berkomunikasi dengan orang lain melalui suara atau teks chat, dan bahkan melakukan aktivitas ekonomi seperti berbelanja atau bernegosiasi dengan mata uang virtual.
Metaverse juga dapat ditemui dalam bentuk platform virtual, seperti permainan online yang sangat populer, seperti Second Life atau IMVU, di mana pengguna dapat menciptakan dan menjalani kehidupan virtual mereka sendiri. Namun, visi yang lebih besar untuk metaverse adalah menciptakan ekosistem yang terhubung dengan berbagai platform, permainan, dan layanan virtual, yang memungkinkan pengalaman digital yang berkesinambungan dan terintegrasi sepanjang waktu.
Dalam beberapa tahun terakhir, konsep metaverse telah mendapatkan perhatian lebih lanjut dari perusahaan teknologi besar seperti Facebook, yang telah menyatakan visinya untuk menjadi sebuah perusahaan “metaverse-first.” Konsep ini juga menjadi dasar untuk pengembangan teknologi baru, seperti virtual reality, augmented reality, dan blockchain, yang diharapkan dapat memperluas batas-batas metaverse yang ada. (AB)
